Ilustrasi/dok.pixabay.com


Barangkali baru penulis yang belum memainkan satu game populer sepanjang tahun 2017 hingga 2018. Player Unknown’s Battle Ground (PUBG) merupakan game karya seorang fotografer dengan penghasilan sekitar 10 Triliun ditahun 2017 bahkan baru 8 bulan sejak dirilis [1].

Fenomena marak dan bertambahnya para pemain game mobile, memunculkan ide penulis. Ya, hidup memang permainan, sebagaimana Allah katakan; “Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya”[2].

Pesan illahi tersebut mengingatkan kita semua, berhati-hatilah terhadap dunia. Karena dunia hanya games sehingga akan ada manusia yang merugi dunia-akhirat. Sibuknya kita dengan harta, anak-anak, jabatan, maupun yang sifatnya duniawi saja tanpa memikirkan akhirat, sehingga lupa pada Allah [3]. Allah ingatkan itu agar kita selalu mawas diri, karena bukan hanya akhirat, duniapun bisa merugi.

Kecintaan pada harta dan tahta yang berlebihan faktanya dapat merugikan dunia pula. Misalnya semakin rendahnya kepekaan sosial, kita cenderung menumpuk harta, saling gigit layaknya hewan mengamankan teritorialnya. Perkara yang terakhir, kini dalam urusan politik terus terjadi. Kita lupa, politik dan kekuasaan bagian dari senda gurau, tapi sebahagian kita begitu serius.

Muncullah bigositas, dan menurut peneliti akan menyebabkan penyakit jiwa [4]. Kalangan bigoters terhadap politisi akan rela melakukan sesuatu yang sifatnya destruktif. Tindakan-tindakan amoral juga rela dilakukan kaum terpelajar yang sudah diperbudak kekuasaan, gengsi, harta, dan anggapan semuanya kekal serta serius.

Padahal Allah cukup jelas mengatakan bahwa semua senda gurau, termasuk soal politik. Semua permainan belaka, realitas sebenarnya ialah kehidupan akhirat. Dan karenanya Allah bersumpah demi waktu bahwa kita merugi kecuali; beriman, mengerjakan amal shaleh, menasehati dalam kebenaran, dan dalam kesabaran [5].

Nah, karenanya soal politik bukan tidak penting akan tetapi kita hendaknya paham bahwa politik adalah game dari begitu banyak games yang ada. Hindari diri dari bigositas (kefanatikan) karena akan merusak diri dan lingkungan termasuk orang-orang yang kita cintai. Celakanya lagi, kita bakal merugi diakhirat. Begitu pula dengan harta, dan kekuasaan yang selama ini membuat kita lalai mengingat Allah, segera dudukan mereka pada porsinya.

Rujukan

[1] tribunnews (16/11/2018)
[2] [al-An’âm/6: 32]
[3] [ al-Munâfiqûn/63: 9]
[4] [Why bigotry is a public health problem] (theconversation.com)
[5] [Q.S.103:1-3]