Foto: portalsatu

Pernyataan mantan menteri Rizal Ramli terkait salah urus uang otonomi khusus Aceh ada benarnya. Meski sulit diterima oleh elit Aceh dan Pendukungnya, namun kebenaran haruslah diterima. Meski tak adil membandingkan Aceh dengan wilayah manapun di Indonesia.

Sebabnya sederhana, korban konflik hingga hari ini belum mendapatkan keadilan. Korban konflik bukan hanya anggota GAM, rakyat sipil yang diperkosa, anak-anak yang bapaknya dibunuh, maupun korban salah tembak. Mereka semua korban konflik yang masih belum kering air matanya.

Pengadilan HAM yang dijanjikan hanya bualan politik. Hanya janji di atas kertas MoU. Tidak terealisasi meski presiden terus berganti. Memulihkan jiwa itu lebih lama ketimbang memulihkan fisik. Barangkali hal itu yang tidak dipahami Rizal Ramli maupun elit pusat. Mereka kira semua uang yang hanya sekian persen dari hasil alam Aceh cukup mengobati kejahatan di masa lalu.

Jika pemerintah pusat maupun orang yang di luar Aceh terus menyorot ketidakmampuan Aceh mengelola dana otsus, ada dua opsi yang bisa diambil. Kedua opsi tidak membutuhkan dana otsus. Opsi pertama ialah Aceh tidak lagi mendapatkan dana otsus setiap tahun. Opsi kedua ialah Aceh berhak memisahkan diri dari Indonesia.

Opsi pertama diberikan kepada Aceh dengan catatan semua korporasi yang ingin mendapatkan sumber daya alam (SDA) Aceh harus mendapat izin pemerintah Aceh. Mereka harus membayar pajak hanya kepada pemerintah Aceh. Selain itu keuntungan perusahaan sekian persen harus diberikan kepada rakyat Aceh.

Opsi pertama ini berarti Aceh mengelola SDA sendiri atau bersama korporasi. Pemerintah pusat tidak boleh mengintervensi maupun ikut campur urusan ekonomi Aceh. Sepakat?

Opsi kedua yang bisa dilakukan ialah memberi hak kepada Aceh untuk berpisah dari NKRI. Opsi ini barangkali sulit diterima meski bukan mustahil dilakukan. Anggap saja opsi ini sebagai permintaan maaf pemerintah pusat selama operasi militer dilakukan di Aceh.

Kedua opsi di atas dapat dilakukan sebagai jawaban apakah Aceh mampu berdikari tanpa dana otsus. Bagi saya Aceh tanpa dana otsus merupakan babak baru dalam kehidupan rakyat Aceh. Sebuah tantangan menatap masa depan yang lebih baik. Aceh tak butuh dana otsus apabila salah satu opsi di atas dilaksanakan. Bagaimana menurut anda?